Seminar Pembiayaan Haji : Jangan Bermitra Dengan Perusahaan Yang Bermasalah


Selasa, 23 November 2021 | 07:51:33
Penyelenggaraan Haji dan Umrah sutarto 4

Balikpapan (Humas). Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan H. A. Johan MRP., S.Ag., M. M., menghadiri Seminar Pembiayaan Haji yang diadakan oleh PT Pegadaian Syariah Area Balikpapan dengan tema “Rencanakan Haji Sejak Dini, Raih Berkah di Tanah Suci” di Jatra Hotel and Resort Balikpapan, Sabtu (20/11/2021).

Hadir pada kegiatan ini Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Balikpapan Susatya Pramana., Deputi Operasional Wilayah 4 Kalimantan Sudartoyo., Ketua Tanfidziah PCNU Kota Balikpapan KH. Muchlasin, Praktisi Ekonomi Syariah Pusat Pegadaian Slamet Hartono, serta diikuti Bapak dan Ibu peserta seminar yang hadir secara offline maupun online.

Dalam sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan H. A. Johan MRP., S. Ag., M. M. menyampaikan, menyambut baik seminar program Ar Rum Haji tersebut. menurutnya lembaga-lembaga keuangan berbasis syariah adalah badan usaha yang kegiatannya di bidang keuangan yang didasarkan prinsip-prinsip syariah yang berbasis ajaran agama Islam.

“Usaha atau bisnis berlandaskan ekonomi syariah saat ini telah berkembang dengan pesat diberbagai sektor usaha seiring dengan pertumbuhan pasar bisnis keuangan, Indonesia tentunya dengan mayoritas berpenduduk muslim atau umat Islam, tentunya menjadi peluang yang menggembirakan, begitu pula umat Islam pada umumnya, terutama ikut menguatkan ekonomi syariah,” jelas H. A. Johan MRP., S. Ag., M. M.

Lebih lanjut, H. A. Johan MRP., S. Ag., M. M. menambahkan, pasar dunia usaha terus membaca peluang terhadap bisnis keuangan syariah, kebijakan negara beberapa dekade terakhir juga ikut membuka ruang terhadap lembaga keuangan syariah, seperti perbankan syariah, pegadaian syariah, pasar syariah, toko syariah dan lainnya. Usaha bisnis yang berdasarkan ajaran Islam, seperti ini terus berkembang dengan pesat saat ini, seiring dengan perkembangan dan peluang bisnis pasar umumnya.

Dalam perspektif ajaran Islam telah mengatur dengan jelas soal etika bermuamalah (transaksi ekonomi), baik dalam bentuk bank maupun non bank. Dalam Islam, tidak semua transaksi ekonomi dilarang, demikian juga sebaliknya, tidak semua transaksi ekonomi diperbolehkan.

"Ajaran Islam menjaga apa yang disebut dengan riba. Riba adalah penetapan kelebihan atau tambahan jumlah pinjaman yang dibebankan kepada si peminjam, atau dalam dunia perbankan diistilahkan dengan bunga," ujar H. A. Johan MRP., S. Ag., M. M.

Masalah riba sebagai salah satu permasalahan yang dihadapi oleh lembaga keuangan, baik itu Bank maupun dunia Koperasi Simpan Pinjam, yang ‘menggantungkan’ keuntungan dari bunga. Riba menjadi salah faktor pemicu berkembangnya lembaga keuangan syariah, dengan berbagai macam prodak bisnisnya, Beliau melanjutkan.

Terakhir, H. A. Johan MRP., S. Ag., M. M., mengingat kepada seluruh masyarakat umat Islam agar dapat memilih mitra usaha dengan lembaga keuangan syariah yang pengelolaannya berbasis ajaran Islam.

"Kita juga harus memilih mitra usaha yang baik, apalagi terkait dengan usaha untuk ibadah, jangan memilih atau bermitra dengan perusahaan-perusahaan yang bermasalah, pilihlah mitra yang setidaknya sudah terdaftar secara resmi di lembaga pemerintah yang diberi kewenangan" tutup H. A. Johan MRP., S. Ag., M. M. (Ruhin)

Kontributor : Masruhin
Editor : Sutarto



Berikan Komentar Anda


Berita Lainnya

Kepala Kemenag Balikpapan Melantik Pejabat Fungsional Penghulu

Balikpapan (Humas). Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan H. A. Johan MRP., S. Ag., M. M. pada hari Rabu (29/03) siang…

ACT : Operasi Pangan Gratis Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19

Balikpapan (Humas). Penyelenggara Zakat Wakaf Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan Fajar Muchsony, S. Pd. I. menghadiri Soft…