Sejarah


 

A. Sejarah Singkat Berdirinya Departemen Agama

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 yang dikumandangkan atas nama Bangsa Indonesia oleh Soekarno-Hatta, maka duniapun tambah menundukkan kepala sebagai tanda hormat tatkala pada tanggal 3 Januari 1946 atas dasar PP, No I/SD/1946 resmi terbentuknya Departemen Agama dalam Pemerintah Republik Indonesia.

Diawal terbentuknya, H. M. Rasyidi (sekarang Prof. Dr. H.M.Rasyidi, MA) merupakan orang yang ditunjuk sebagai Menteri Agama pertama memimpin Departemen Agama Republik Indonesia. Kala itu sususan organisasi Departemen Agama masih sangat sederhana terdiri dari Menteri Agama dan Kepala Bagian.

Dengan dukungan penuh dan sambutan positif dari segenap umat beragama maka kiprah Departemen Agama dapat berjalan dengan lancar, hingga akhirnya dapat membentuk instansi Departemen Agama di daerah-daerah tingkat I (Provinsi) di seluruh wilayah Indonesia termasuk Provinsi Kalimantan di Banjarmasin.

 

B. Sejarah Singkat Berdirinya Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur

Sampai dengan tahun 1949 seluruh Kalimantan masih tergabung dalam satu Provinsi yaitu Provinsi Kalimantan dengan ibukotanya Banjarmasin. Adapun Kalimantan Timur masih berstatus karesidenan dengan berkedudukan di Samarinda. Pada awal tahun 1950 Hoemaidi Thohar tiba disamarinda untuk mempersiapkan segala sesuatunya menjelang pelantikan dan peresmian berdirinya Kantor Pembantu Kantor Agama Provinsi Kalimantan di Samarinda.

Namun sayang sekali data berupa SK baik dari Menteri Agama maupun oleh Kepala Kantor Agama Provinsi Kalimantan di Banjarmasin sampai saat ini belum ditemukan. Padahal SK tentang terbentuknya Kantor Pembantu di Samarinda ini merupakan bukti sejarah yang penting bagi Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur.

Sekitar bulan Februari 1950, H. Hadi Siswoyo selaku Kepala Kantor Agama Provinsi Kalimantan tiba di Samarinda untuk melakukan upcara peresmian yang merupakan tonggak sejarah berdirinya Kantor Agama yang hingga sebelum berubah menjadi Kantor Wilayah Kementerian Agama disebut dengan Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Kalimantan Timur.

Hadir pada upacara peresmian itu sejumlah undangan yang terdiri dari pejabat daerah, di antaranya Wedana Kutai Timur AR. Kariowati, `alim ulama dan tokoh-tokoh masyarakat. Dalam isi pidato peresmiannya H. Hadi Siswoyo menekankan bahwa pada pokoknya tugas kita adalah membangun suasana masyarakat yang dipenuhi oleh insan-insan agamawan.

Disamping itu hendaknya kepada para petugas Kantor Agama agar senantiasa melakukan jalinan kerjasama dengan instansi lain, para pemimpin organisasi keagamaan dan terutama dengan alim ulama, dengan segera menyusun program kegiatan dakwah agama dengan sebaik-baiknya.

Puncaknya, Bapak H. Hadi Siswoyo dengan mengetukkan palu yang didahului dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim meresmikan berdirnya sebuah Instansi Pemerintahan yang megemban amanat Tuhan, membina dan mengembangkan jiwa umat atas keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan hidup seperti tercantum pada Sila Pertama dari Pancasila seagai dasar dan falsafah Negara Republik Indonesia, dengan sebutan Kantor Pembantu Kantor Agama Provinsi Kalimantan di Samarinda.

Dalam sejarah awal berdirinya Kantor ini tercatat ada beberapa pegawai Kantor Pembantu Kantor Agama Provinsi Kalimantan di Samarinda, mereka adalah H.Hoemaidi Thohar sebagai Kepala Kantor, H. Ahmad Yoesoef sebagai Wakil Kepala, 3 (tiga) orang staf pembantu yaitu Abdullah Yazidi, Syakrani dan H. Ahmad Raoef C.

Pada Tahun 2010 berdasarkan surat Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2010 nama Departemen Agama Provinsi Kalimantan Timur berubah menjadi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur . Perubahan ini menjadi tindak lanjut Menteri Agama dari Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2007. Sehingga semua Departemen berubah nama menjadi Kementerian termasuk Kementerian Agama.

 

C. Sejarah Singkat Berdirinya Kementerian Agama Kota Balikpapan

Pada tahun 1950 Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan telah ada dengan nama Jawatan Agama Bagian Kenaiban. Pada tahun 1970 Jawatan Agama Bagian Kenaiban berganti nama menjadi Kantor Urusan Agama, dan di tahun 1970 juga Kantor Urusan Agama berganti nama menjadi Kantor Inpeksi Agama dimana Kantor Inpeksi Agama terbagi menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu:

1. Kantor Inpeksi Pendidikan Agama
2. Kantor Inpeksi Urusan Agama
3. Kantor Inpeksi Penerapan Agama

Pada tahun 1971 Kantor Inpeksi Agama berganti nama menjadi Dinas Agama, hanya bertahan satu tahun di tahun 1972 Dinas Agama kembali berubah dengan nama Kantor Inpeksi Agama. Pada tahun 1973 dibentuklah Perwakilan Departemen Agama Kota Balikpapan dan bertahan selama 4 tahun.

Di tahun 1977 berganti nama dengan Kantor Departemen Agama Kota Balikpapan. Seiring dengan perubahan kepemimpnan di negara terhitung sejak tanggal 28 Januari 2010 penyebutan Departemen Agama berubah menjadi Kementerian Agama dan perubahan ini tertuang pada Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2010 tentang Perubahan Penyebutan Departemen Agama Menjadi Kementerian Agama.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan Yang Pernah Menjabat:

1. KH. Abdurrahim Noor
2. H. M. Yacub
3. Drs. H. Zakarsyi Achmad
4. Drs. H. Abdul Muis Abdullah
5. Drs. H. Abdul Hamid Umar
6. Drs. H. M. Yusri Idris
7. Drs. H. Abdul Samad Bullah
8. Drs. H. M. Kusasi, M. Pd
9. H. Sulaiman Ismail, SH
10. Drs. H. Normansyah (Plt. Kepala tahun 2010 – 2011)
11. Drs. H. Saifi, M. Pd
12. Dr. Puriyadi, S. Ag, M. Si
13. Drs. H. Hakimin, M. M.
14. Drs. H. Alfi Taufiq